ULAT BULU SERANG JOMBANG

Ulat Bulu Juga Serang Jombang
Rabu, 6 April 2011 | 11:51 WIB

JOMBANG –Serangan ulat bulu tak hanya terjadi di Probolinggo. Masyarakat perkotaan di Jombang  saat ini juga disibukkan membasmi ulat berbulu yang bisa membuat gatal-gatal bagi kulit. Pihak Dinas Pertanian Kab. Jombang telah memberikan secara gratis obat insektisida kepada warga untuk mengatasi serangan ulat tersebut.

Seperti terjadi pemukiman warga kawasan Jl. Hayam Wuruk, Rabu (6/4) pagi tadi. Banyak ditemui ulat bulu merambah bangunan tembok pagar, bahkan rumah warga setempat. Ulat berbulu juga banyak ditemui merambah pohon asam, sono dan  mangga serta pohon lainnya yang tumbuh di pekarangan  milik penduduk setempat.

Untuk mengatasi itu, mereka menyemprotkan obat insektisida bantuan dari Dinas Pertanian ke pagar dan tembok luar rumah yang dirambah ulat berbulu itu.  Hariyadi (46) warga Jalan Hayam Wuruk Gang III, Kelurahan Kepanjen, mengatakan lingkungan diserang ulat berbuluh sejak tiga hari lalu. “Serangan ulat itu bena-benar membuat warga cemas. Apalagi, sudah banyak anak-anak yang terserang gatal-gatal karena terkena ulat bulu,” ujarnya.

Untungnya, lanjut dia, pihak Pemkab Jombang mengambil langkah cepat. Misalnya,–melalui Dinas Pertanian setempat, telah melakukan penyemprotan  obat pembasmi menyeluruh ke lingkungan. Selain itu juga member Cuma-cuma obat pembasi ke warga yang bisa dipakai sewaktu-waktu ada serangan ulat berbulu tersebut. “Setelah disemprot insektisida, serangan ulat berkurang banyak. Memang masih ada saja ulat berbulu di pagar rumah atau di pohon-pohon, dan warga langsung menyemprotnya,” ujarnya.

Sedangkan, Ny Yayuk mengatakan, sebaiknya Disperta terus memantau dan menyemprotkan insektisida semua pohon yang diserang ulat itu.”Kalau bisa seluruh bagian pohon disemprot dengan bantuan mobil tangga yang biasa dipakai untuk memperbaiki lampu penerang jalan,” ujarnya. “Penyemprotan selama ini memang belum maksimal, hanya bagian batang pohon terendah yang semprot. Padahal pucuk pohon juga banyak terserang ulat bulu,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang,Ir Suhardi didampingi Ir Roni, Kepala Bidang Pemberantan Hama dan Penyakit mengatakan, pihaknya sudah mengirim insektisida ke pengurus RT di lingkungan yang terserang ulat bulu.

Dugaan sementara munculnya ulat bulu dalam jumlah banyak ini diperkirakan karena perubahan iklim tidak pasti, dan ketidak seimbangan keseimbangan dalam siklus rantai makanan. “Itu juga dipicu krena populasi burung pemakan ulat mulai sedikit. Sehingga kondisi itu membuat perkembang biakan ulat tumbuh subur,” katanya.  “Ini sebagai dampak rantai makanan menjadi timpang,” tegasnya.

Sebelumnya, keresahan sama dialami masyarakat di wilayah tiga kecamatan di Probolinggo,–Kec. Leces, Kec. Tegalsiwalan dan Kec. Bantaran. Ulat jenis sama tidak hanya menyerang pohon juga merambah rumah penduduk di sana.

Itu banyak terjadi di Desa Sumberkedawung Kec. Leces dan Desa Sumberbulu, Kec. Tegalsiwalan.

Di Desa Sumberkedawung misalnya, ribuan ulat nampak jelas merayap di batang, ranting hingga dedaunan pohon. Tak sedikit juga yang bergantungan di antaranya rimbunnya daun. Ribuan ulat berbulu halus tersebut juga bergerombol di tembok-tembok rumah warga dan tak sedikit merayap hingga masuk ke dalam rumah. Bahkan akibat serangan ulat berbulu itu, sebagian warga di sana mengalami sesak nafas dan gatal-gatal.

Daerah lain yang juga terserang ulat berbulu adalah wilayah pemukiman penduduk di Kec. Jatiasih, Bekasi. Selain itu kentor  pemerintahan Pemkab Kendal juga diserang ulat berbulu yang diduga berasal dari Pohon Asem dan pohon Sono. Seperti yang terjadi di Jombang maupun Probolinggo, dampak serangan ulat berbulu itu mulai membuat warga kena gatal-gatal. bas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s